Pamekasan — SMA Tahfidz Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan terus melakukan inovasi dalam membekali siswa dengan keterampilan yang bermanfaat dan memiliki nilai kewirausahaan. Salah satunya melalui Program SIKAP (Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan) yang diwujudkan dalam dua kegiatan utama, yaitu penanaman sayur dan budidaya ikan lele.
Program SIKAP ini dikoordinatori oleh Mahrudi, S.Hum, dengan dukungan Alfani, S.Hum. Keduanya berperan dalam mengoordinasikan pelaksanaan program agar kegiatan dapat berjalan secara terarah dan melibatkan siswa secara aktif.
Dalam bidang penanaman sayur, Harun Syamsuri, M.Pd bertindak sebagai guru pendamping. Ia memberikan pembelajaran secara langsung kepada siswa SMA Tahfidz Darul Ulum mengenai tahapan penanaman sayuran secara detail, mulai dari persiapan media tanam, proses penyemaian benih, pemindahan bibit, perawatan, hingga tahap pemeliharaan tanaman.
Pembelajaran yang dilakukan secara praktik tersebut mendapat respons positif dari para siswa. Mereka terlihat antusias mengikuti setiap tahapan dan mendapatkan pengalaman langsung mengenai bagaimana proses menghasilkan tanaman pangan dari tahap awal hingga siap dipanen.
Sementara itu, program budidaya ikan lele didampingi oleh Saifurrahman. Dalam kegiatan tersebut, siswa mendapatkan pembelajaran mengenai berbagai tahapan budidaya ikan lele, mulai dari persiapan kolam, pemilihan dan pembibitan benih, pemberian pakan, perawatan, hingga pemeliharaan ikan.
Kegiatan ini tidak hanya diarahkan untuk memberikan pengetahuan tentang ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana bagi siswa untuk mengenal proses produksi yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha. Dengan terlibat langsung dalam kegiatan, siswa diharapkan mampu memahami bahwa sektor pertanian dan perikanan dapat menjadi bagian dari pengembangan keterampilan kewirausahaan.
Kepala SMA Tahfidz Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan, Khofif, M.Pd, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Program SIKAP tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah positif dalam memberikan pengalaman dan keterampilan nyata kepada siswa.
Ia berharap Program SIKAP dapat terus dikembangkan dan melibatkan seluruh siswa secara bertahap. Dengan demikian, setiap siswa tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan di dalam kelas, tetapi juga memiliki pengalaman praktik serta inovasi positif yang dapat menjadi bekal dalam mengembangkan keterampilan berwirausaha.
“Program ini akan terus kami kembangkan agar seluruh siswa memiliki keterampilan, kreativitas, dan inovasi positif. Harapannya, pengalaman yang mereka dapatkan melalui penanaman sayur dan budidaya ikan lele dapat menjadi bekal untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan,” ungkapnya.
Melalui Program SIKAP, SMA Tahfidz Darul Ulum BanyuanyarPamekasan berkomitmen untuk menciptakan pembelajaran yang lebih aplikatif dan kontekstual. Penanaman sayur dan budidaya ikan lele menjadi langkah awal dalam membangun budaya sekolah yang produktif, mandiri, peduli lingkungan, sekaligus memiliki orientasi pada ketahanan pangan dan keterampilan kewirausahaan.